Kamis, 03 Maret 2016

Penyakit Menular Seksual (PMS)

Pengertian Penyakit Menular Seksual (PMS)


Penyakit menular seksual atau PMS, kini dikenal dengan istilah infeksi menular seksual atau IMS, adalah penyakit atau infeksi yang umumnya ditularkan melalui hubungan seks yang tidak aman. Penyebaran bisa melalui darah, sperma, cairan vagina atau pun cairan tubuh lainnya.
Selain itu, penyebaran tanpa hubungan seksual juga bisa terjadi dari seorang ibu kepada bayinya, baik saat mengandung atau melahirkan. Pemakaian jarum suntik secara berulang atau bergantian di antara beberapa orang juga berisiko menularkan infeksi.
Condom in heart doing by womans hand
Berikut ini adalah beberapa penyakit menular seksual yang umum terjadi.

Penyakit Menular Seksual  yang Disebabkan oleh Bakteri

Setidaknya terdapat tiga penyakit menular sosial yang akan akan dibahas pada artikel ini, yaitu sifilis, gonore, dan chlamydia.
Sifilis


Sifilis atau raja singa adalah penyakit seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Gejala awal sifilis adalah munculnya lesi atau luka pada alat kelamin atau pada mulut. Luka ini mungkin tidak terasa sakit, tapi sangat mudah untuk menularkan infeksi. Luka atau lesi ini akan bertahan antara 1-2.5 bulan.
Jika sifilis tidak ditangani, infeksi ini akan berlanjut ke tahap yang berikutnya. Pada tahap berikutnya, ruam akan berlanjut dan gejala yang mirip gejala flu seperti demam, nyeri pada persendian, dan sakit kepala akan muncul. Kerontokan rambut hingga pitak juga bisa dialami penderita.
Jika dibiarkan, sifilis bisa menyebabkan kelumpuhan, kebutaan, demensia, impotensi, masalah pendengaran dan bahkan kematian.
Untuk memastikan diagnosis sifilis, tes darah biasa bisa dilakukan. Terkadang gejala yang muncul sulit dikenali sebagai penyakit sifilis, maka segera lakukan tes darah jika mencurigai diri berisiko terkena sifilis.
Antibiotik seperti suntikan penisilin digunakan untuk mengobati sifilis. Jika sifilis diobati dengan benar, tahapan sifilis yang lebih parah bisa dicegah. Hindari hubungan seksual sebelum memastikan infeksi sifilis benar-benar hilang. Pastikan juga untuk memeriksakan kesehatan pasangan Anda saat ini atau orang yang pernah berhubungan seksual dengan Anda jika Anda terdiagnosis sifilis.
Anda bisa mengetahui informasi selengkapnya mengenai penyakit sifilis di laman ini.

Gonore atau kencing nanah


Gonore atau kencing nanah adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Beberapa penderita penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa pun sehingga bisa tidak diketahui sama sekali.
Gejala gonore pada pria:
  • Pada ujung peniskeluar kotoran berwarna putih, kuning, atau hijau
  • Rasa sakit atau sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Sering buang air kecil
  • Rasa sakit di sekitar testikel
Gejala gonore pada wanita:
  • Cairan vagina yang encer dan berwarna kuning atau hijau
  • Sering buang air kecil
  • Sensasi terbakar atau sakit saat buang air kecil
  • Rasa sakit pada perut bagian bawah pada saat berhubungan seks atau setelahnya
  • Pendarahan pada saat berhubungan seks atau setelahnya, atau pendarahan berlebihan ketika mengalami menstruasi
  • Siklus menstruasi yang terganggu
  • Gatal di sekitar kelamin
  • Demam
  • Kelelahan
Infeksi gonore juga bisa berdampak pada bagian rektum, tenggorokan, atau mata. Diagnosis untuk memastikan apakah Anda terinfeksi gonore adalah dengan melakukan tes urin. Selain itu, pengambilan sampel cairan dari bagian yang terinfeksi juga bisa dilakukan.
Sama seperti sifilis, infeksi gonore atau kencing nanah bisa dengan mudah diobati dengan antibiotik. Sangat penting untuk minum obat antibiotik sesuai dosis dan jangka waktu yang dianjurkan agar infeksi benar-benar lenyap. Jika tidak ditangani dengan baik, gonore atau kencing nanah bisa menyebabkan kemandulan.

Chlamydia (klamidia)

Chlamydia atau klamidia adalah jenis penyakit seksual umum yang disebabkan oleh bakteri Klamidia trachomatis. Beberapa orang tidak merasakan gejala sama sekali, jadi penularan bisa terjadi tanpa disadari oleh orang yang sudah terinfeksi.
Gejala klamidia pada wanita:
  • Cairan vagina tidak normal dan mengeluarkan bau yang tidak biasa
  • Sensasi terbakar atau sakit saat buang air kecil
  • Menstruasi yang sakit
  • Sakit saat melakukan hubungan seksual
  • Rasa gatal atau sensasi terbakar di sekitar vagina
Gejala klamidia pada pria:
  • Pada ujung penis keluar kotoran berwarna jernih atau putih
  • Sakit pada saat buang air kecil
  • Rasa gatal atau panas sekitar lubang penis
  • Rasa sakit dan pembengkakan di sekitar testikel
Infeksi klamidia juga bisa menyerang rektum, tenggorokan, atau mata. Untuk mendiagnosis klamidia bisa dengan cara tes urin atau pengambilan sampel cairan dari alat kelamin.
Pengobatan infeksi ini adalah dengan cara mengonsumsi antibiotik. Pastikan untuk menghabiskan obat yang sudah diresepkan oleh dokter, meski kondisi terasa sudah membaik. Lakukan tes urin atau sampel cairan alat kelamin sekali lagi setelah pengobatan selesai untuk memastikan infeksi benar-benar telah sembuh.
Jika tidak dirawat pada wanita, klamidia bisa menyebabkan kemandulan dan juga kelahiran prematur. Infeksi ini juga bisa ditularkan saat melahirkan. Bayi bisa mengalami infeksi mata dan bahkan kebutaan. Sedangkan pada pria, klamidia bisa menyebabkan peradangan pada saluran kencing, infeksi pada kandung kemih dan epididymitis, serta infeksi pada rektum.

Penyakit Menular Seksual yang Disebabkan oleh Virus

Herpes genital, kutil kelamin, dan HIV adalah contoh-contoh penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus.
Herpes Genital

Herpes genital adalah penyakit seksual yang disebabkan oleh virus herpes simpleks atau sering disebut HSV. Gejala herpes genital akan muncul beberapa hari setelah terinfeksi HSV. Luka melepuh berwarna kemerahan serta rasa sakit pada wilayah genital menjadi gejala herpes awal yang muncul. Mungkin akan terasa gatal atau sakit saat membuang air kecil.
Virus ini dapat bersifat dorman atau tidak aktif dan bersembunyi di dalam tubuh tanpa menyebabkan gejala. Tapi ketika virus ini kembali aktif, luka akan muncul kembali. Tapi luka yang terjadi biasanya lebih kecil dan tidak terlalu sakit karena tubuh telah menghasilkan antibodi terhadap virus ini setelah pertama kali terinfeksi. Antibodi yang sudah ada akan melawan kemunculan kembali virus ini.
Diagnosis herpes genital bisa dilakukan dengan pengambilan sampel cairan dari luka yang muncul atau dengan melakukan tes darah. Hingga kini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan herpes genital. Tapi gejala yang terjadi bisa dikendalikan dengan obat-obatan antivirus.
Anda bisa mengetahui informasi selengkapnya mengenai herpes genital di laman ini.

Kutil

Kutil kelamin atau kutil genital adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus yang dikenal sebagai human papillomavirus (HPV). Kutil kelamin adalah kutil yang muncul di sekitar alat kelamin atau di area dubur. Kutil ini mungkin tidak menimbulkan rasa sakit, tapi biasanya akan muncul rasa gatal-gatal, memerah dan bahkan bisa berdarah.
Kutil akan muncul sekitar satu hingga tiga bulan setelah terjadinya infeksi HPV. Tapi ada sebagian orang yang sudah terinfeksi, tapi tidak pernah mengalami kemunculan kutil. Kutil dapat muncul pada mulut atau tenggorokan orang yang melakukan seks oral. Jadi kutil tidak hanya muncul di area genital atau dubur saja.
Penyebaran virus ini tidak hanya melalui hubungan seksual. HPV bisa menyebar melalui kontak langsung dari kulit ke kulit. Untuk memastikan diagnosis apakah terdapat kutil kelamin, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada bagian yang terinfeksi. Selain itu bisa dilakukan tes khusus untuk mendiagnosis HPV.
Tidak ada pengobatan atau penanganan yang bisa melenyapkan virus HPV dari tubuh sepenuhnya. Kutil yang muncul di area kelamin atau dubur bisa ditangani dengan prosedur pembekuan, terapi laser, atau memakai krim. Operasi juga bisa dilakukan untuk mengangkat kutil yang besar.
Orang yang terinfeksi virus HPV lebih berisiko terkena kanker serviks, kanker penis, dan juga kanker rektum. Meski tidak semua jenis virus HPV berkaitan dengan kanker, disarankan untuk melakukan pemeriksaan sel kanker melalui secara teratur jika terinfeksi HPV.

HIV

HIV atau human immunodeficiency virus adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Virus ini dapat tertular melalui hubungan seks yang tidak aman, berbagi alat suntik atau pun jarum, dari ibu kepada bayinya, maupun melalui transfusi darah.
Sistem kekebalan tubuh akan melemah dan tidak mampu melawan infeksi maupun penyakit akibat virus ini. Hingga kini, belum ada obat untuk sepenuhnya melenyapkan HIV dari tubuh. Pengobatan HIV umumnya dilakukan untuk memperpanjang usia dan meredakan gejala yang muncul akibat HIV.
HIV tidak memiliki gejala yang jelas. Gejala awal yang terjadi adalah gejala flu ringan disertai demam, sakit tenggorokan, maupun ruam. Seiring virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh, tubuh penderita akan makin rentan terhadap berbagai infeksi.
Jika merasa berisiko terinfeksi virus HIV, satu-satunya cara untuk mengetahui diagnosisnya adalah dengan melakukan tes HIV beserta konselingnya. Tes HIV bisa dilakukan di klinik Voluntary Counseling and Testing atau VCT (KTS= Konseling dan Tes HIV Sukarela).
Anda bisa mengetahui informasi selengkapnya mengenai penyakit HIV/AIDS di laman ini.

Penyebab Penyakit Menular Seksual yang Lainnya

Selain penyakit-penyakit di atas, terdapat pula beberapa penyakit lain yang bisa menjadi penyebab penyakit menular seksual, antara lain:

Kudis atau scabies

Kudis adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Tungau yang sulit terlihat oleh mata ini menggali dan hidup di dalam kulit. Parasit ini bisa ditularkan melalui kontak tubuh secara langsung, melalui baju, peralatan tidur, atau handuk yang terinfeksi.
Gejala utama dari kudis adalah munculnya rasa gatal yang hebat terutama pada malam hari. Rasa gatal ini sering kali muncul di bagian jari, pergelangan tangan, kaki, tubuh, atau bisa juga di area kelamin. Terkadang kudis juga bisa mengakibatkan munculnya ruam.
Kondisi ini bisa ditangani dengan memakai krim atau sampo khusus. Setelah pengobatan, terkadang rasa gatal masih tetap ada selama beberapa lama.

Kutu pada rambut kemaluan

           Kutu pada rambut kemaluan adalah serangga parasit kecil yang hidup di antara rambut tubuh yang kasar, seperti rambut kemaluan. Kutu ini bisa juga hidup dibulu ketiak, rambut tubuh, jenggot,alis,dan bulu mata. Kutu ini hanya memangsa darah manusia. Kutu ini hanya bisa merangkak dari rambut ke rambut, tidak bisa melompat dari satu orang ke orang lainnya.
Gejala utama yang terjadi adalah rasa gatal pada bagian yang terinfeksi dan terjadinya peradangan atau iritasi akibat garukan penderita. Jika merasakan gejala ini, Anda bisa lihat secara langsung apakah ada kutu pada rambut kemaluan atau pun rambut lain yang terasa gatal. Kutu ini bisa diatasi dengan memakai krim atau sampo khusus. Anda tidak perlu mencukur rambut pada kemaluan atau rambut tubuh yang terinfeksi.

Trikomoniasis

 
Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit bersel satu bernama Trichomonas vaginalis. Kondisi ini mudah sekali ditularkan melalui hubungan seksual. Kebanyakan penderita pria tidak menyadari infeksi ini karena tidak mengalami gejala apa pun sampai ketika pasangan wanitanya terinfeksi dan mengalami gejala.
Gejala yang terjadi pada pria:
  • Iritasi di dalam penis
  • Sensasi rasa terbakar sesaat setelah buang air kecil atau ejakulasi
  • Cairan penis berwarna keputihan
  • Inflamasi pada kulup
Gejala yang terjadi pada wanita adalah:
  • Kotoran vagina encer atau berbuih warna kuning dengan bau tidak sedap
  • Rasa sakit dan gatal-gatal di sekitar vagina
  • Tidak nyaman saat melakukan hubungan seksual
  • Sakit saat buang air kecil
Untuk mendiagnosis trikomoniasis bisa dilakukan dengan pemeriksaan fisik, tes urin, dan pengambilan sampel cairan. Parasit ini lebih sulit dideteksi pada pria dibandingkan pada wanita. Antibiotik bisa digunakan untuk mengobati trikomoniasis.

http://www.alodokter.com/penyakit-menular-seksual-pms/

Selasa, 16 Februari 2016

Makalah Askep Waham







Disusun Oleh :

          Nama Anggota :

                   -Adeliya 
-Agustina Rosita Dewi
-Ayu Lestari
-Inna Farhaniyah

Kelas    : XII.3 Medis





Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) Rise Kedawung
Jl.Brigjen Darsono (By Pass) No.12B By Pass Cirebon 45153 Telp. (0231)    330235








KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Cirebon, maret 2015






























i
DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I
    PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
BAB II
   PEMBAHASAN
A. Pengertian
B. Tanda dan Gejala
C. Macam – Macam  Waham
D. Rentang Respon Waham
E. Penyebab
F. Akibat dari waham
G. Faktor Predisposisi
H. Faktor Presipitasi
G. Penatalaksanaan WAHAM
K. Rencana Keperawatan WAHAM
BAB III
   PENUTUP
A. Kesimpulan
   DAFTAR PUSTAKA











ii
BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

Waham merupakan salah satu gangguan orientasi realitas. Gangguan orientasi realitas adalah ketidakmampuan klien menilai dan berespons pada realitas. Klien tidak dapat membedakan rangsangan internal dan eksternal, tidak dapat membedakan lamunan dan kenyataan. Klien tidak mampu memberi respons secara akurat, sehingga tampak perilaku yang sukar dimengerti dan mungkin menakutkan.
Gangguan orientasi realitas disebabkan oleh fungsi otak yang terganggu yaitu fungsi kognitif dan isi fikir; fungsi persepsi, fungsi emosi, fungsi motorik dan fungsi sosial. Gangguan pada fungsi kognitif dan persepsi mengakibatkan kemampuan menilai dan menilik terganggu. Gangguan fungsi emosi, motorik dan sosial mengakibatkan kemampuan berespons terganggu yang tampak dari perilaku non verbal (ekspresi muka, gerakan tubuh) dan perilaku verbal (penampilan hubungan sosial). Oleh karena gangguan orientasi realitas terkait dengan fungsi otak maka gangguan atau respons yang timbul disebut pula respons neurobiologik.

B.    Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan Waham?
2.      Apa saja tanda dan gejala dari Waham?
3.      Apa itu macam – macam Waham?
4.      Apa saja penyebab dan akibat dari Waham?

C.    Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini yaitu supaya pembaca dapat mengerti dan memahami definisi dari Waham, tanda gejala waham, macam – macam waham dan pembaca juga dapat mengetahui penyebab dan akibat dari gangguan proses pikir waham.




1
BAB II
PEMBAHASAN
A.     Pengertian
Waham adalah keyakinan seseorang yang berdasarkan penilaian realitas yang salah. Keyakinan klien tidak konsisten dengan tingkat intelektual dan latar belakang budaya klien. Waham dipengaruhi oleh faktor pertumbuhan dan perkembangan seperti adanya penolakan, kekerasan, tidak ada kasih sayang, pertengkaran orang tua dan aniaya. (Budi Anna Keliat,1999).
Waham adalah keyakinan tentang suatu pikiran yang kokoh, kuat, tidak sesuai dengan kenyataan, tidak cocok dengan intelegensia dan latar belakang budaya, selalu dikemukakan berulang-ulang dan berlebihan biarpun telah dibuktikan kemustahilannya atau kesalahannya atau tidak benar secara umum. (Tim Keperawatan PSIK FK UNSRI, 2005).
Waham adalah keyakinan keliru yang sangat kuat yang tidak dapat dikurangi dengan menggunakan logika (Ann Isaac, 2004)

B.    Tanda dan Gejala :
1.      Klien mengungkapkan sesuatu yang diyakininya (tentang agama, kebesaran,
2.      kecurigaan, keadaan dirinya berulang kali secara berlebihan tetapi tidak sesuai kenyataan
3.      Klien tampak tidak mempunyai orang lain
4.      Curiga
5.      Bermusuhan
6.      Merusak (diri, orang lain, lingkungan)
7.      Takut, sangat waspada
8.      Tidak tepat menilai lingkungan/ realitas
9.      Ekspresi wajah tegang
10. Mudah tersinggung

C.     Macam – macam waham yaitu :
1.      Waham agama: percaya bahwa seseorang menjadi kesayangan supranatural atau alat supranatural
2.      Waham somatik: percaya adanya gangguan pada bagian tubuh
2
3.      Waham kebesaran: percaya memiliki kehebatan atau kekuatan luar biasa
4.      Waham curiga: kecurigaan yang berlebihan atau irasional dan tidak percaya dengan orang lain
5.      Siar pikir: percaya bahwa pikirannya disiarkan ke dunia luar
6.      Sisip pikir: percaya ada pikiran orang lain yang masuk dalam pikirannya
7.      Kontrol pikir: merasa perilakunya dikendalikan oleh pikiran orang lain

D.    RENTANG RESPON WAHAM

Respon adaptif                                                                             Respon maladaptif



-       Pikiran logis                - proses pikir terganggu                       - gangguan proses pikir/waham
-       Persepsi akurat            - Ilusi                                                   - PSP : halusinasi
-       Emosi konsisten          - Emosi berlebihan                              - Kesukaran proses emosi
dengan pengalaman         - Perilaku yang tidak biasa                  - Perilaku tidak sesuai
-       Perilaku sesuai            - Menarik diri                                      - isolasi sosial terorganisir
-       Hubungan Social       
                                        
E.     Penyebab
Salah satu penyebab dari perubahan proses pikir : waham yaitu Gangguan konsep diri : harga diri rendah. Harga diri adalah penilaian individu tentang pencapaian diri dengan menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri. Gangguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaan negatif terhadap diri sendiri, hilang kepercayaan diri, dan merasa gagal mencapai keinginan.
Tanda dan Gejala :
1.       Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan tindakan terhadap penyakit (rambut botak karena terapi)
2.        Rasa bersalah terhadap diri sendiri (mengkritik/menyalahkan diri sendiri)
3.        Gangguan hubungan sosial (menarik diri)
4.        Percaya diri kurang (sukar mengambil keputusan)
3
5.        Mencederai diri (akibat dari harga diri yang rendah disertai harapan yang suram, mungkin klien akan mengakhiri kehidupannya. ( Budi Anna Keliat, 1999)
F.   Akibat dari Waham
Klien dengan waham dapat berakibat terjadinya resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan. Resiko mencederai merupakan suatu tindakan yang kemungkinan dapat melukai/ membahayakan diri, orang lain dan lingkungan.
Tanda dan Gejala :
1.      Memperlihatkan permusuhan
2.      Mendekati orang lain dengan ancaman
3.      Memberikan kata-kata ancaman dengan rencana melukai
4.      Menyentuh orang lain dengan cara yang menakutkan
5.      Mempunyai rencana untuk melukai

G.    Faktor presdisposisi
·         Faktor perkembangan
Hambatan perkembangan akan menggangu hubungan interpersonal seseorang. Hal ini dapat meningkatkan stress dan ansietas yang berakir dengan gangguan presepsi, klien menekankan perasaan nya sehingga pematangan fungsi intelektual dan emosi tidak efektif
·         Faktor sosial budaya
Seseorang yang merasa di asingkan dan kesepian dapat menyebabkan timbul nya waham
·         Faktor psikologis
Hubungan yang tidak harmonis, peran ganda bertentangan dapat menimbulkan ansietas dan berakhir dengan pengingkaran terhadap kenyataan
·         Faktor biologis
Waham di yakini terjadi karena ada nya atrofi otak, pembesaran ventrikel di otak atau perubahan pada sel kortikal dan lindik
·         Faktor genetik

H.     Faktor presipitasi
·         Faktor sosial budaya
Waham dapat di picu karena ada nya perpisahan dengan orang yang berarti atau di asingkan
4
dari kelompok.
·         Faktor biokimia
Dopamin, norepinepin, dan zat halusinogen lain nya di duga dapat menjadi penyebab waham pada seseorang
·         Faktor psikologis
Kecemasan yang memanjang dan terbatasan nya kemampuan untuk mengatasi masalah sehingga klien mengembangkan koping untuk menghindari kenyataan yang menyenagkan.

G. Penatalaksanaan WAHAM
1.    Psikofarmakologi
2.    Pasien hiperaktif / agitasi anti psikotik low potensial
3.    penarikan diri high potensial
4.    ECT tipe katatonik
5.    Psikoterapi
6.    Perilaku, terapi kelompok, terapi keluarga, terapi supportif

K. Rencana Keperawatan WAHAM
Diagnosa Keperawatan 1: kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan waham
1.  Tujuan umum :
Klien tidak terjadi kerusakan komunikasi verbal
2.  Tujuan khusus :
a)   Klien dapat membina hubungan   saling   percaya dengan           perawat
Tindakan :
·      Bina hubungan. saling percaya: salam terapeutik, perkenalkan diri, jelaskan tujuan interaksi, ciptakan lingkungan yang tenang, buat kontrak yang jelas topik, waktu, tempat).
b)     Klien dapat mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki
Tindakan :
·       Beri pujian pada penampilan dan kemampuan klien yang realistis.
·       Diskusikan bersama klien kemampuan yang dimiliki pada waktu lalu dan saat ini yang realistis.
·       Tanyakan apa yang biasa dilakukan kemudian anjurkan untuk melakukannya saat ini (kaitkan dengan aktivitas sehari hari dan perawatan diri).
·       Jika klien selalu bicara tentang wahamnya, dengarkan sampai kebutuhan waham tidak ada. Perlihatkan kepada klien bahwa klien sangat penting.
5
c)      Klien dapat mengidentifikasikan kebutuhan yang tidak terpenuhi
Tindakan :
·       Observasi kebutuhan klien sehari-hari.
·       Diskusikan kebutuhan klien yang tidak terpenuhi baik selama di rumah maupun di rumah sakit (rasa sakit, cemas, marah)
·       Hubungkan kebutuhan yang tidak terpenuhi dan timbulnya waham.
·       Tingkatkan aktivitas yang dapat memenuhi kebutuhan klien dan memerlukan waktu dan tenaga (buat jadwal jika mungkin).
·       Atur situasi agar klien tidak mempunyai waktu untuk menggunakan wahamnya.
d)     Klien dapat berhubungan dengan realitas
Tindakan :
·       Berbicara dengan klien dalam konteks realitas (diri, orang lain, tempat dan waktu).
·       Sertakan klien dalam terapi aktivitas kelompok : orientasi realitas.
·       Berikan pujian pada tiap kegiatan positif yang dilakukan klien
e)     Klien dapat menggunakan obat dengan benar
Tindakan :
·       Diskusikan dengan kiten tentang nama obat, dosis, frekuensi, efek dan efek samping minum obat
·       Bantu klien menggunakan obat dengan priinsip 5 benar (nama pasien, obat, dosis, cara dan waktu).
·       Anjurkan klien membicarakan efek dan efek samping obat yang dirasakan
·       Beri reinforcement bila klien minum obat yang benar.
f)       Klien dapat dukungan dari keluarga
Tindakan :
·       Diskusikan dengan keluarga melalui pertemuan keluarga tentang: gejala waham, cara merawat klien, lingkungan keluarga dan follow up obat.
·       Beri reinforcement atas keterlibatan keluarga.

Diagnosa Keperawatan 2: Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan berhubungan dengan waham
1.  Tujuan Umum:
Klien terhindar dari mencederai diri, orang lain dan lingkungan.
2.  Tujuan Khusus:
a)     Klien dapat membina hubungan saling percaya.
6
Tindakan:
·       Bina hubungan saling percaya : salam terapeutik, empati, sebut nama perawat dan jelaskan tujuan interaksi.
·       Panggil klien dengan nama panggilan yang disukai.
·       Bicara dengan sikap tenang, rileks dan tidak menantang.
·       Beri perhatian dan penghargaan : teman klien walau tidak menjawab.
b)     Klien dapat mengidentifikasi penyebab perilaku kekerasan.
Tindakan:
·       Beri kesempatan mengungkapkan perasaan.
·       Bantu klien mengungkapkan perasaan jengkel / kesal.
·       Dengarkan ungkapan rasa marah dan perasaan bermusuhan klien dengan sikap tenang.
c)      Klien dapat mengidentifikasi tanda tanda perilaku kekerasan.
Tindakan :
·       Anjurkan klien mengungkapkan yang dialami dan dirasakan saat jengkel/kesal.
·       Observasi tanda perilaku kekerasan.
·       Simpulkan bersama klien tanda tanda jengkel / kesal yang dialami klien.
d)     Klien dapat mengidentifikasi perilaku kekerasan yang biasa dilakukan.
Tindakan:
·       Anjurkan mengungkapkan perilaku kekerasan yang biasa dilakukan.
·       Bantu bermain peran sesuai dengan perilaku kekerasan yang biasa dilakukan.
·       Tanyakan “apakah dengan cara yang dilakukan masalahnya selesai?”
e)     Klien dapat mengidentifikasi akibat perilaku kekerasan.
Tindakan:
·       Bicarakan akibat/kerugian dari cara yang dilakukan.
·       Bersama klien menyimpulkan akibat dari cara yang digunakan.
·       Tanyakan apakah ingin mempelajari cara baru yang sehat.
f)       Klien dapat mengidentifikasi cara konstruktif dalam berespon terhadap kemarahan.
Tindakan :
·       Beri pujian jika mengetahui cara lain yang sehat.
·       Diskusikan cara lain yang sehat.Secara fisik : tarik nafas dalam jika sedang kesal, berolah raga, memukul bantal / kasur.
·       Secara verbal : katakan bahwa anda sedang marah atau kesal / tersinggung
·       Secara spiritual : berdo’a, sembahyang, memohon kepada Tuhan untuk diberi kesabaran.

7
g)     Klien dapat mengidentifikasi cara mengontrol perilaku kekerasan.
Tindakan:
·       Bantu memilih cara yang paling tepat.
·       Bantu mengidentifikasi manfaat cara yang telah dipilih.
·       Bantu mensimulasikan cara yang telah dipilih.
·       Beri reinforcement positif atas keberhasilan yang dicapai dalam simulasi.
·       Anjurkan menggunakan cara yang telah dipilih saat jengkel / marah.
h)     Klien mendapat dukungan dari keluarga.
Tindakan :
·       Beri pendidikan kesehatan tentang cara merawat klien melalui pertemuan keluarga.
·       Beri reinforcement positif atas keterlibatan keluarga.
i)       Klien dapat menggunakan obat dengan benar (sesuai program).
Tindakan:
·       Diskusikan dengan klien tentang obat (nama, dosis, frekuensi, efek dan efek samping)
·       Bantu klien mengunakan obat dengan prinsip 5 benar (nama klien, obat, dosis, cara dan waktu).
·       Anjurkan untuk membicarakan efek dan efek samping obat yang dirasakan.

Diagnosa Keperawatan 3: Perubahan isi pikir : waham ( …….. ) berhubungan dengan harga diri rendah
1.    Tujuan umum :
Klien tidak terjadi gangguan konsep diri : harga diri rendah/klien akan meningkat harga dirinya.
2.    Tujuan khusus :
a)    Klien dapat membina hubungan saling percaya
Tindakan :
·      Bina hubungan saling percaya : salam terapeutik, perkenalan diri, jelaskan tujuan interaksi, ciptakan lingkungan yang tenang, buat kontrak yang jelas (waktu, tempat dan topik pembicaraan)
·      Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya
·      Sediakan waktu untuk mendengarkan klien
·      Katakan kepada klien bahwa dirinya adalah seseorang yang berharga dan bertanggung jawab serta mampu menolong dirinya sendiri

8
b)    Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
Tindakan :
·      Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
·      Hindarkan memberi penilaian negatif setiap bertemu klien, utamakan memberi pujian yang realistis
·      Klien dapat menilai kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
c)     Klien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan
Tindakan :
·      Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
·      Diskusikan pula kemampuan yang dapat dilanjutkan setelah pulang ke rumah
d)    Klien dapat menetapkan / merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki
Tindakan :
·       Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan
·       Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien
·       Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan

e)    Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi dan kemampuan
Tindakan :
·       Beri kesempatan mencoba kegiatan yang telah direncanakan
·       Beri pujian atas keberhasilan klien
·       Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah
f)     Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang adA
Tindakan :
·       Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat klien
·       Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat
·       Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah
·       Beri reinforcement positif atas keterlibatan keluarga



9
BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Waham adalah keyakinan yang salah dan menetap dan selalu dikemukakan berulang-ulang. Waham adalah keyakinan tentang suatu isi pikiran yang tidak sesuai dengan kenyataannya atau tidak cocok dengan intelegensia dan latar belakang kebudayaannya, biarpun dibuktikan kemustahilannya.















10
DAFTAR PUSTAKA

Stuart GW, Sundeen, Principles and Practice of Psykiatric Nursing (5 thed.). St.Louis Mosby Year Book, 1995
http://iloslayers.blogspot.com/2011/05/asuhan-keperawatan-pasien-dengan.html














11